Jumat, 20 November 2015

Kanker Serviks : Gejala, Pengobatan, Diagnosis

Apa itu kanker Serviks
Kanker serviks adalah penyakit yang membuat banyak wanita khawatir dan takut, kanker serviks membahayakan kesehatan dan nyawa wanita. Tapi dengan menskrining kanker serviks dan diagnosis kanker serviks yang tepat dapat mencegah kanker serviks dan mendorong hasil pengobatan kanker serviks.

Metode umum diagnosis kanker serviks

  1. Blade cervix cytologic examination (Serviks Pap)
Adalah metode utama untuk mendeteksi lesi prekursor kanker serviks dan kanker serviks stadium awal. Tapi harus hati-hati dengan posisi bagian materi yang diambil dan pemeriksaan mikroskopis yang teliti, tingkat negatif palsu bisa sebesar 5% ~ l0%, karena itu, harus dikombinasikan dengan kondisi klinis dan melakukan pemeriksaan berkala, sebagai metode untuk screening.
  1. Yodium
Tes Serviks atau vagina epitel skuamosa normalnya kaya akan glikogen, yang dapat menjadi warna cokelat setelah diberi cairan yodium, sedangkan serviks epitel kolumnar, erosi serviks, dan epitel skuamosa abnormal (termasuk metaplasia skuamosa, displasia, karsinoma in situ dan area karsinoma invasif) tidak ada glikogen, maka tidak berwarna. Dalam klinis serviks yang terpapar oleh spekulum vagina, setelah menyeka lendir permukaan, memoleskan larutan yodium, ke serviks dan forniks, bila ditemukan adanya daerah yodium-negatif abnormal, bisa melakukan biopsi dan pemeriksaan patologis untuk daerah ini.
  1. Biopsi serviks dan kanalis servikalis
Pap smear di serviks yang lebih dari Kelas ? ~ ?, tetapi bila biopsi serviks negatif, di persimpangan kolom skuamosa, serviks pada titik 6, 9, 12 dan 3: mengambil empat poin biopsi atau pada daerah yodium tes tidak berwarna dan situs kanker yang dicurigai, mengambil beberapa jaringan dan excisional biopsi atau penerapan kuret kecil mengorek endoserviks dikirim untuk pemeriksaan patologis.
  1. Kolposkopi
Kolposkopi tidak dapat langsung mendiagnosis tumor karsinoid, tetapi dapat membantu memilih lokasi biopsi untuk melakukan serviks biopsi. Menurut statistik, biopsi dengan bantuan dari kolposkopi, akurasi diagnostik untuk kanker serviks dini dapat dicapai sekitar 98%. Namun, kolposkopi bukan merupakan pengganti untuk Pap smear dan biopsi, juga tidak dapat menemukan lesi dalam kanal serviks.

Pengobatan kanker serviks

Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan cara pengobatan kanker serviks, antara lain ukuran tumor, usia pasien kanker serviks dan keadaan kesehatan secara keseluruhan, juga tingkat stadium dan lainnya. Tingkat keganasan kanker serviks tinggi, 70% pasien kanker serviks saat didiagnosa sudah dalam stadium lanjut. Pengobatan kanker serviks diantaranya adalah operasi pengangkatan, pengobatan kolaborasi medis barat-timur, radioterapi, kemoterapi dan lainnya.
Saat ini pada umumnya cara pengobatan kanker serviks yang paling sering dijumpai adalah dengan operasi dan radioterapi. Operasi cocok dilakukan bagi kanker serviks stadium awal, operasi yang diutamakan adalah radikal hysterectomi (operasi pengangkatan rahim keseluruhan), yaitu mengangkat rahim bagian dari vagina dan jaringan parametrium, disaat yang bersamaan juga membersihkan bilateral kelenjar getah bening di panggul, apabila ovarium tidak ada perubahan patologis dapat dipertimbangkan untuk tidak diangkat. Keunggulan dari pengobatan dengan operasi dalam kasus stadium awal adalah cukup sekali operasi sudah bisa membersihkan lesi kanker, masa pengobatan pendek. Kekurangannya adalah lingkup pengangkatan yang luas, setelah operasi mungkin terjadi gangguan fungsi buang air kecil dalam tingkatan tertentu dan komplikasi lainnya, diperlukan istirahat dan latihan beberapa waktu baru dapat pulih kembali.
Radioterapi cocok untuk kanker serviks disegala stadium, bahkan kanker serviks stadium lanjut. Bagi orang usia lanjut, fungsi jantung kurang yang tidak dapat menjalani operasi, radioterapi adalah cara pengobatan kanker serviks yang sangat baik. Akan tetapi radioterapi memiliki komplikasi tertentu, yang paling utama adalah radioaktif rektum dan infeksi kandung kemih, membutuhkan pengobatan yang aktif dan istirahat baru dapat pulih perlahan-lahan.
Pengobatan radiopartikel juga merupakan salah satu cara pengobatan yang efektif untuk kanker serviks. Kanker serviks peka terhadap sinar radioaktif, kanker serviks stadium dini atau stadium lanjut semuanya memiliki hasil pengobatan yang cukup bagus.??

Apa saja gejala kanker serviks?

  1. Berhubungan dengan erosi serviks : Biasanya penderita kanker serviks sebagian besar berhubungan dengan erosi serviks, bisa dengan melalui pemeriksaan pap smear atau lainnya untuk mendiagnosa penyakit ini.
  2. Contact bleeding : Contact bleeding adalah gejala kanker serviks yang paling khas, sekitar 70%-80% dari penderita mengalami pendarahan juga pada bagian vagina. Saat setelah melakukan hubungan seksual atau melakukan pemeriksaan ginekologi, atau mengedan pada saat buang air besar, dari vagina bisa keluar cairan bercampur darah
  3. Pendarahan tidak teratur pada vagina : Bagi wanita yang sudah lama mengalami menopause, dan tiba-tiba tanpa alasan apapun mengalami "kram". Jumlah pendarahannya tidak banyak, tidak disertai dengan nyeri perut, sakit pinggang dan gejala lainnya, sangat mudah dihiraukan. Ini adalah gejala awal kanker serviks, penderita pada usia lanjut bisa melakukan pemeriksaan di bagian ginekologi, atau melalui pemeriksaan kolposkopi untuk memastikan penyakit.
  4. Rasa nyeri : Perut bagian bawah atau pinggang pasien sering dilanda rasa nyeri, terkadang rasa sakit juga menyerang perut bagian atas, kaki bagian atas dan panggul, pada masa menstruasi, buang air besar, atau berhubungan seksual, rasa sakitnya akan semakin parah, terlebih ketika peradangan mundur sepanjang ligamen uterosakral memperpanjang atau tersebar di sepanjang bagian bawah ligamentum, membentuk peradangan kronis jaringan ikat parametrium, ketika terjadi penebalan ligamen utama serviks, rasa nyerinya akan semakin parah. Setiap menyentuh leher rahim, langsung menyebabkan fossa iliaka, nyeri lumbosakral, ada beberapa pasien yang bahkan mengalami gejala mual, dan gejala lainnya.
  5. Cairan vagina bertambah banyak : Secara klinis, sekitar 75%-85% penderita memiliki tahapan sekresi yang berbeda-beda, terutama disebabkan karena stimulasi tumor, fungsi sekresi hipertiroidisme kelenjar serviks, menghasilkan lendir seperti keputihan. Keputihan yang tidak normal termasuk cairan yang berlebih dan berbau dan warna yang berubah, merupakan gejala awal kanker serviks, bisa melakukan pemeriksaan pap smear atau uji yodium, dan jenis pemeriksaan lainnya.

Kanker Tulang : Penyebab, Gejala dan Diagnosa

Kanker Tulang merupakan tumbuhnya sel-sel ganas di tulang, akan tetapi relative jarang terjadi ketika sel-sel kanker muncul pada jaringan tulang. Kanker ini bias dikatakan jinak jika sel-sel tersebut tidak menyebar atau menyerang organ lain, jika sampai menyebar ke organ lain maka dianggap sebagai tumor ganas. Kanker jenis ini dapat bersifat primer, yaitu ketika kanker berasal dari tulang, atau bersifat sekunder (metastasis), yaitu jika kanker berasal dari organ lain seperti paru-paru, payudara, dan prostat

Penyebab Kanker Tulang


Penyebab kanker tulang primer tidak diketahui, tetapi studi terbaru menunjukkan bahwa genetika memainkan peranan penting. Yang paling representatif adalah osteosarkoma dan sarkoma Ewing Osteosarcoma adalah suatu penyakit yang terjadi paling sering pada remaja dan anak muda, di mana sel-sel kanker (ganas) berkembang pada tulang. Pada anak-anak biasanya terjadi di lutut. Sarkoma Edwin (tumor neuroecodémico primitif) adalah jenis lain dari kanker tulang yang lebih jarang terjadi. Kanker jenis ini sering terjadi pada remaja, dan daerah yang paling sering terkena adalah: panggul, kaki (femur), lengan (humerus) dan tulang rusuk.
Namun, kanker tulang yang paling umum adalah metastasis, yaitu, implantasi pada tulang kanker yang sudah ada sebelumnya di bagian lain dari tubuh.

Gejala Kanker Tulang

  1. Muncul nya benjolan atau pembengkakan yang membesar secara bertahap, tidak selalu sakit
  2. Nyeri akut pada tulang
  3. Pembengkakan dan nyeri di sendi
  4. Kelelahan
  5. Patah tulang
  6. Penurunan berat badan
  7. Demam atau berkeringat dimalam hari

Diagnosa untuk Kanker Tulang

  1. Melakukan test darah untuk memeriksa tingkat enzim fosfatase alkali
  2. Melakukan Scan pada tulang yang dilakukan dengan zat radioaktif yang disuntikan kedalam aliran darah
  3. Melakukan Sinar-X, CT Scan, dan MRI
Testimoni Pasien Kanker Tulang :